Padamlah api jiwaku sebab uban rambutku yang mulai menyala
Malam malam ku pun menjadi gulita saat obor uban bercahaya
Aduh,burung hantu kini telah bersarang di kepala
Sungguh kusesali saat gagak benar benar terbang darinya
Kau telah mengetahui keruntuhan umurku oh burung hantu
Mka kau bertamu ,sedang dalam bersarang mu
Di setiap rumah menandakan rapuhnya rumah itu
O,lantas apakah aku masih bisa menikmati hidup dan dunia
Setelah bermunculannya uban yang tak hilang oleh pewarna?
Ketika kulit menguning kusut dan rambut memutih redup
Kecerian hari hari mulai tertutup
Maka tinggalkan segera oleh mu perkara perkara buruk
Haram bagi jiwa yang bertaqwa mengendarai perkara buruk
Saatnya kau tunaikan zakat bagi martabat
Sungguh ,semisal zakat harta,nishabnya telah genap
Berbuat baiklah kepada setiap yang merdeka
Niscaya akan kau kuasai pula budak budaknya
Dan sebaik baik perdangan orang mulia
Adalah mencari laba yang telah di kuasainya
Jangan engkau berjalan dengan congkak di punggung bumi
Sedang tanahnya hendak melingkupimu sebantar lagi
Siapa yang mencecap dunia maka akupun mencicipinya
Dan terkirimkanlah kepada kita manis dan perihnya
Tidak kulihat dunia kecuali ia menipu dan sia sia
Sebagaimana fata morgana terlihat di atas sahara
Dunia tidak lain hanyalah bangkai yang busuk
Yang diatasnya anjing dan serigala yang saling tusuk
Jika kau menjauhi bangkai itu kau akan selamat
Jika kau mendekat oleh anjing kau akan di lumat
O,berbahagialah jiwa yang tentram di dalam kamar
Mengunci pintu pintu dan menurunkan tirai lebar
No comments :