khaitsamah ibn sulaiman ibn haidarah
bercerita bahwa suatu hari ada seorang lelaki mendatangi syafi’i dan berkata
teman mu si fulan adalh orang yang tercela
syai’i
menjawab ‘’demi allah engkau telah berbaik hati pada ku ,engkau menyadarkan ku
kepada kemuliaan serta melindungiku dari bahaya teman yang berbaju kebohongan.
Duhai
pemuda ,ceritakan kepadaku borok nya
Berjalan
tanpa alas dengan luka di kaki ,pada hari yang sangat terik bagi orang yang
kelaparan adalah lebih ringan dari pada menghindari teman yang di liputi
kebohongan
Kemudian ia menyenandung syair ;
Jika
kewajiban di tunaikan ,menurut ku di situ ketenangan
Ia
makin hari makin memberatkan jika sengaja ku tinggal kan
Cukup
bagi mu kemuliaan karena engkau Nampak tidak berdusta
Sedang
ucapan mu sulit ku cerna dan amat lah rumit
Siapa
yang segera memenuhi hak tetangga
Setelah
hak anak paman dan hak teman yang menderita
Baik
teman jauh maupun teman dekatnya
Ia
akan menjadi mulia ,yang oranng lain pun selalu merendah
Ketika
menyebut nyebut dan mengingat ngingat dirinya
Dan
jika suatu saat ia menginginkan haknya secara sah
Orang
pun akan dengan sungguh sungguh memenuhinya
No comments :